Bisnis Anak Muda Dengan Modal Kecil (Bahkan 0%) Tapi Untung Besar

Bisnis Anak Muda Modal Kecil Untung Besar - Bagi Anda yang saat ini masih bingung untuk memulai sebuah bisnis, sebuah usaha, ada baiknya Anda bisa mencoba beberapa bisnis berikut ini. Bisnis yang tidak membutuhkan modal besar namun hasilnya sangat menjanjikan.


Dulu ya, ketika saya masih memulai sebuah bisnis, banyak sekali godaan dan cibiran yang masuk ke telinga saya. Ada yang mencibir. Ada yang meledek. Dan lain-lain. Namun, setelah usaha saya terbukti berhasil, orang berbondong-bondong membuka usaha seperti saya. Ada yang ingin kerjasama. Ada pula yang jadi kompetitor. Saya malah berpikir, mereka itu kok seperti pecundang. Takut melangkah. Takut gagal. Mereka harus melihat contoh lebih dulu.

3 Bisnis Modal Kecil Bahkan 0%

Jika saat ini Anda masih bingung, masih meraba-raba, masih mencar-cari usaha apa yang menguntungkan, silahkan dicoba beberapa jenis usaha berikut ini.

1. Bisnis Paytren

Inilah bisnis yang sedang tren saat ini. Sebuah usaha yang bisa dijalankan oleh berbagai kalangan dan usia. Bukan hanya anak muda saja. Sebuah bisnis yang tidak membutuhkan modal besar. Untuk bisa memulai bisnis ini Anda cukup menyiapkan dana di kisaran RP. 350.000 saja.

Ada yang beranggapan bisnis Paytren adalah bisnis pulsa. Bukan. Paytren bukan bisnis pulsa. Paytren adalah sebuah teknologi aplikasi yang bisa digunakan untuk membayar segala tagihan cukup dengan satu sentuhan. Jadi, Paytren bukan sekedar pulsa. Paytren bisa digunakan untuk beli pulsa, beli token listrik, bayar tagihan listrik, PDAM, BPJS, tiket pesawat, tiket kereta api, cicilan motor bahkan bisa bayar cicilan mobil. Semua bisa dilakukan dalam satu aplikasi.

Keuntungan yang bisa didapat dari bisnis ini berkisar antara Rp. 300.000 per hari atau Rp. 9.000.000 per bulan.

Silahkan baca selengkapnya di sini:

2. Dropship / Reseller

Bisnis ini bisa dianggap sebagai usaha tanpa modal alias modal 0%. Karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memulai dan menjalankannya.

Anda cukup menjadi penghubung antara penjual dan pembeli. Anda bukan pemilik barang. Anda pun tidak pelu memproduksi bahkan mengemas barang. Yang perlu Anda lakukan adalah mendapatkan pembeli dan menghubungi pemilik barang. Banyak kok contohnya. Salah satu reseller terbesar adalah tokopedia.

Dropship adalah salah satu dari sekian banyak bisnis online sekarang. Anda bisa memanfaatkan dunia maya untuk menjalankan bisnis reseller ini. Jika anda cukup populer di social media seperti facebook dan instagram, maka Anda mempunyai potensi besar untuk sukses di bisnis ini.

Ada beberapa tips yang bisa Anda pakai untuk bisnis ini. Pertama, cari produk yang mutunya bagus dan marginnya lumayan (tidak harus produksi sendiri). Kedua, miliki kemampuan menjual baik offline maupun online). Ketiga, miliki mentor yang tepat.

Anda bisa mendapatkan keuntungan sebagai reseller dari selisih atau margin antara harga jual dan harga nett dari pemilik barang. Margin dari usaha ini lumayan besar. Ada sebuah usaha reseller yang bisa mendapatkan margin sampai 50%, yakni Bristish Propolis milik mas Ippho Santosa.

Bisnis ini cukup menjanjikan. Sementara anda pun bisa melakukkannya dari rumah bermodalkan handphone atau tablet.

3. Menjual E-book

E-book atau electronic book yang artinya buku elektronik. E-book adalah buku dengan format elektronik, yang umumnya berupa pdf, MS Word, Power Point dan lain-lain. Apabila anda memiliki banyak ide yang ingin dijual kepada orang lain, anda dapat membuatnya dalam format e-book.

Modalnya? 0%. Anda tidak perlu mengelaurkan modal untuk bisnis seperti ini. Yang anda butuhkan adalah modal waktu, tenaga dan pikiran saja.

Keuntungan yang bisa didapat dari bisnis ini bervariatif. Umpama, kita memberikan harga jualnya di kisaran Rp. 30rb saja itu sudah cukup besar. Kok besar? Ya memang besar. Contoh: 1 e-book Rp. 30.000 dijual kepada 100 orang dalam sebulan. Berapa nilainya? Rp. 3.000.000. Keren kan?

Apalagi jika dijual dengan harga Rp. 100.000/ e-book.

Masalahnya, tidak semua orang pintar jualan. Ada yang bisa bikin e-book tapi gak bisa jual. Kenapa? Karena mungkin belum populer, belum terkenal. Coba kalau Ust Yusuf Mansur yang jual. Bisa langsung laris tuh.

Di sini-lah kita membutuhkan orang lain. Yaitu siapa? Reseller. Biarkan para reseller yang bekerja. Reseller yang cukup populer biasanya lebih cepat laris ketimbang kita sendiri. 

Di era digital sekarang ini, peluang sukses dalam berbisnis semakin besar. Ada bisnis paytren, reseller, e-book dsb. Cukup bermodalkan Handphone pun bisa sukses.

Motivasi Bisnis untuk Anak Muda

Tidak harus pintar untuk menjadi entrepreneur. Tidak harus kaya. Tidak harus terkenal. Tidak harus ini-itu. Terus, apa yang penting? Anda memilih dan membuat keputusan. Cuma itu.

Di antara kita, ada yang memilih jadi profesional, ada juga yang memilih jadi entrepreneur. Yah silakan saja. Choice. Masing-masing ada konsekuensi.

Mulailah berbisnis semuda mungkin.
- Mumpung lagi mood.
- Mumpung lagi semangat-semangatnya.
- Mumpung lagi berani-beraninya.
- Mumpung ada stamina.
- Mumpung ada waktu.
- Mumpung ada peluang.
- Mumpung masih sedikit tanggungan.
- Mumpung Anda membaca tulisan ini.

Biasanya, tingkat semangat dan tingkat keberanian anak muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, Anda ketika muda punya banyak waktu menghabiskan 'jatah gagal'. Ini sepertinya sepele atau lelucon, padahal nggak.

Dan jangan salah. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, jempol adalah aset yang teramat besar pun bisa menghasilkan uang, TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS macet-macetan, TANPA HARUS punya ruko dan kios.

Mungkin Anda cukup menguasai SEO, FB, dan IG saja. Hasilnya sudah lumayan, insya Allah.

"Bisnis apa sih yang bagus?"
"Bisnis yang dimulai," Iya tho? Yang penting legal dan halal.

Ada yang buka bisnis fashion dan untung. Ada pula yang buka bisnis yang sama dan rugi. Apakah fashion-nya yang salah? Nggak. Ilmunya yang salah. Manajemennya yang salah. Orangnya yang salah.

Ada yang buka bisnis katering dan berkembang. Ada pula yang buka bisnis yang serupa dan bangkrut. Apakah katering-nya yang salah? Nggak. Ilmunya yang salah. Manajemennya yang salah. Orangnya yang salah.

Begini. Sekiranya Anda punya jatah gagal 5X atau 7X, maka jatah itu harus Anda habiskan. Kalau ditunda-tunda, yah dapat apa? Nggak dapat apa-apa. Mirisnya lagi, begitu Anda menunda, maka mood bisnis pun akan berkurang dan menghilang.

Pesan saya, terutama buat Anda yang muda-muda, segeralah mulai usaha, jangan ditunda-tunda. Lantas, apakah setelah memulai usaha, jaminan sukses itu ada? Kalau jaminan yah nggak ada. Tapi potensinya, sekian persen, ada. Sekarang, pilihan ada di tangan Anda.

Peran Media Sosial dan Teknologi

Dulu petingggi Yahoo awalnya menganggap Facebook hanyalah mainan anak muda. Siapa sangka, tahu-tahu Facebook membesar dan menguat. Sampai-sampai Yahoo tersadar dan ingin membeli Facebook dengan harga fantastis, namun ditolak mentah-mentah oleh Facebook.
Sekarang, Yahoo kurang terdengar lagi suaranya.

Untuk 10 tahun terakhir, media sosial (medsos) adalah salah satu akselerator dalam bisnis. Ya, membantu percepatan.

Sekali lagi, media sosial. Tentunya bukan sembarang medsos, melainkan medsos yang sudah teroptimasi. Maksudnya, mencuat, mencolok, dan mendominasi.

Kalau kita sudah menghelat optimasi FB, optimasi IG, optimasi blog, dan ilmu SEO, insya Allah ini akan berdampak sangat signifikan pada omset kita. Minimal bisa naik 30% sampai 40%.

Bagaimana dengan cost? Insya Allah bisa hemat 50% sampai 60%. Yang sering terjadi, malah lebih daripada itu semua. Tak perlu spanduk dan iklan koran lagi. Dengan kata lain, sangat efektif dan sangat efisien.

Itu artinya, medsos yang teroptimasi layak kita pelajari dan layak kita perjuangkan.

Dari berbagai data yang saya rangkum, sekitar 70% UKM kita belum melek internet. Di satu sisi, ini menyedihkan. Tapi di sisi lain, ini kesempatan emas bagi kita karena kita (berusaha untuk) melek internet.

Dan satu lagi. Anak-anak muda demen sama teknologi juga perubahan. Saya sih yakin, Indonesia bahkan dunia bisa mencicipi perubahan yang lebih cepat sekiranya orang-orang mudanya diberi kesempatan.

Ingatlah, zaman sudah berubah. Cara mencari uang juga berubah. Adalah aneh kalau kita tidak mau berubah, berbenah, dan mempersiapkan diri.

Sudah saatnya kita mempersiapkan diri.

Terima kasih.
Bisnis Anak Muda, Modal Kecil Untung Besar

Baca Juga:

arrow_back

Label

Laman

arrow_forward