Cara Lain Mewujudkan Impian

Apa impian Anda? Belum tercapai?

Padahal Anda:
- Sudah berusaha...
- Sudah berdoa...
- Sudah sedekah...


Bahkan, barangkali Anda sudah banyak membaca buku-buku tentang motivasi, buku-buku tentang cara menggapai impian, mewujudkan impian, mengikuti seminar, pelatihan, tapi masih belum tercapai juga. Jangan bersedih.

Barangkali ini yang belum Anda ngeh. "Sudahkah impian itu diselaraskan?"

Inilah pesan guru saya, "Apapun impianmu, selaraskan dan komunikasikan dengan orang-orang terdekatmu. Seperti istri, ayah, dan ibu. Syukur-syukur kalau para sahabat turut mendukungmu."

Benarkah seperti itu? Ya benar, seperti itu. Semakin banyak, semakin selaras, yah semakin melaju. Kalau perlu, sebangsa setuju dan turut mendukungmu.

Dalam perusahaan, ini namanya Vision Alignment. Segala visi dan target di perusahaan hendaknya diselaraskan dan dikomunikasikan dengan seluruh tim juga keluarga mereka masing-masing.

Target, kalau selaras, akan terjadi percepatan. Kalau tidak selaras, sebaliknya, akan terjadi perlambatan. Pada akhirnya, mari kita selaraskan visi dan target kita dengan orang-orang terdekat, bukan saja tim di kantor tapi juga keluarga di rumah.

Bicara mengenai impian, barangkali ada di antara pembaca sekalian yang ingin mempunyai kekayaan. seperti Raja Salman, Saudi Arabia.

Kekayaan Raja Salman sempat membuat kita geleng-geleng kepala. Tak ayal lagi, sebagian orang langsung berharap.

Btw, mungkinkah pengusaha Indonesia bisa sekaya beliau?

Perluas wawasan kita. Buka pikiran kita. Kalau binatang saja dijamin rezekinya, apalagi manusia, apalagi orang beriman! Padahal binatang nggak pernah sekolah, nggak pernah kuliah! Hehehe.

Kebanyakan kita, punya uang dulu, baru yakin. Nggak punya uang, nggak yakin. Ngawur itu. Makanya selalu keteteran uang. Nggak datang-datang uangnya, hehe. Lha, harusnya? Yah, yakin dulu. Sekali lagi, yakin dulu.

Terkait penafkahan, bukan rezeki yang kurang. Mungkin keyakinan dan ikhtiar yang kurang. Akhirnya uang yang disalahkan dan dipermasalahkan. Ini menyesatkan.

Ketika Anda gagal, berarti itu adalah signal bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Mungkin ikhtiar Anda. Mungkin akhlak Anda. Mungkin amal Anda. Atau yang lainnya.

Sekian.

Baca Juga:

arrow_back

Label

Laman

arrow_forward